7 Surat Istimewa dalam Al-Quran dan Fadhilahnya Berdasarkan Dalil Shahih
7 Surat Istimewa dalam Al-Quran dan Fadhilahnya Berdasarkan Dalil Shahih

Al-Qur'an adalah petunjuk bagi kehidupan manusia. Setiap surat di dalamnya mengandung pelajaran, nasihat, peringatan, dan rahmat bagi orang-orang yang membacanya serta berusaha memahami dan mengamalkannya.

Ada banyak surat dalam Al-Qur'an yang dikenal masyarakat memiliki fadhilah atau keutamaan tertentu. Namun, sebagai seorang Muslim, kita perlu berhati-hati dalam menyampaikan keutamaan tersebut. Tidak semua informasi yang populer di masyarakat berasal dari hadits yang shahih.

Pada artikel ini, IDM Peduli mengajak kita mengenal tujuh surat Al-Qur'an yang sering diamalkan, yaitu Al-Waqi'ah, Al-Kahf, Al-Mulk, Yasin, As-Sajdah, Ar-Rahman, dan Luqman, sekaligus melihat keutamaannya berdasarkan Al-Qur'an dan hadits yang dapat dijadikan landasan.

Membaca Al-Qur'an Memiliki Pahala yang Besar

Sebelum membahas masing-masing surat, kita perlu memahami bahwa membaca seluruh Al-Qur'an pada dasarnya merupakan ibadah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh."

Hadits ini diriwayatkan oleh Jami' At-Tirmidzi no. 2910 dan dinilai hasan shahih oleh Imam At-Tirmidzi.

Artinya, kita tidak perlu menunggu adanya "khasiat khusus" dari suatu surat untuk membacanya. Membaca Al-Qur'an itu sendiri sudah merupakan amal yang sangat mulia.


1. Surat Al-Waqi'ah

Surat Al-Waqi'ah adalah surat ke-56 dalam Al-Qur'an dan terdiri dari 96 ayat.

Surat ini banyak mengingatkan manusia tentang kehidupan setelah kematian. Allah menggambarkan keadaan manusia ketika hari kiamat tiba dan membagi manusia menjadi beberapa golongan.

Al-Waqi'ah juga mengajak kita merenungkan kekuasaan Allah dalam menciptakan manusia, menurunkan air, menumbuhkan tanaman, serta menciptakan api.

Benarkah Al-Waqi'ah Menjauhkan dari Kemiskinan?

Di masyarakat sangat populer anggapan bahwa membaca Surat Al-Waqi'ah setiap malam akan membuat seseorang terhindar dari kemiskinan.

Namun, kita perlu berhati-hati.

Riwayat yang sering dijadikan dasar mengenai keutamaan tersebut tidak memiliki derajat hadits shahih yang kuat. Karena itu, kita tidak seharusnya menyampaikan kepada masyarakat bahwa Rasulullah ﷺ menjamin orang yang membaca Al-Waqi'ah pasti tidak akan miskin.

Membaca Al-Waqi'ah tetap merupakan ibadah karena ia adalah bagian dari Al-Qur'an. Selain itu, kandungannya mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir.

Pelajaran penting dari Al-Waqi'ah: jangan hanya mengejar kekayaan dunia, tetapi persiapkan bekal untuk kehidupan akhirat.


2. Surat Al-Kahf

Surat Al-Kahf adalah surat ke-18 dalam Al-Qur'an dan terdiri dari 110 ayat.

Surat ini memiliki sejumlah kisah yang sangat penting, di antaranya kisah Ashabul Kahf, pemilik dua kebun, Nabi Musa bersama Khidr, serta Dzulqarnain.

Salah satu keutamaan Surat Al-Kahf yang memiliki landasan hadits shahih adalah berkaitan dengan fitnah Dajjal.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barang siapa menghafal sepuluh ayat pertama dari Surat Al-Kahf, ia akan dilindungi dari Dajjal."

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Shahih Muslim no. 809a.

Ini merupakan salah satu keutamaan khusus Surat Al-Kahf yang memiliki dasar yang sangat kuat.

Karena itu, selain membacanya, kita dianjurkan untuk berusaha menghafal dan memahami ayat-ayatnya.

Kisah-kisah di dalam Al-Kahf juga mengajarkan bagaimana seorang Muslim menghadapi berbagai macam fitnah, seperti fitnah agama, harta, ilmu dan kekuasaan.


3. Surat Al-Mulk

Surat Al-Mulk adalah surat ke-67 dan terdiri dari 30 ayat.

Surat ini mengajarkan tentang kebesaran dan kekuasaan Allah. Pada awal surat, Allah berfirman bahwa Dia yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji manusia, siapa di antara mereka yang paling baik amalnya.

Surat Al-Mulk juga mengajak manusia memperhatikan langit dan ciptaan Allah sebagai tanda kebesaran-Nya.

Surat yang Memberikan Syafaat

Terdapat hadits yang secara khusus menyebut keutamaan Surat Al-Mulk.

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Sesungguhnya ada satu surat dalam Al-Qur'an yang terdiri dari tiga puluh ayat yang memberikan syafaat kepada seseorang hingga ia diampuni. Surat itu adalah Tabarakalladzi biyadihil-mulk."

Hadits ini diriwayatkan oleh Jami' At-Tirmidzi no. 2891 dan dinilai hasan.

Keutamaan ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak kaum Muslimin membiasakan membaca Surat Al-Mulk.

Namun, jangan sampai kita hanya membaca tanpa memahami pesannya. Surat ini mengingatkan bahwa kehidupan adalah ujian dan manusia akan kembali kepada Allah.


4. Surat Yasin

Surat Yasin adalah surat ke-36 dan terdiri dari 83 ayat.

Surat Yasin termasuk surat yang sangat dikenal dan banyak dibaca oleh kaum Muslimin.

Kandungan utamanya antara lain mengenai tauhid, kerasulan, tanda-tanda kekuasaan Allah, kematian dan kebangkitan manusia.

Salah satu pesan penting Surat Yasin adalah penegasan bahwa Allah mampu menghidupkan kembali manusia setelah kematian.

Allah berfirman:

"Katakanlah: Yang akan menghidupkannya ialah Yang menciptakannya pertama kali."

QS. Yasin: 79

Bagaimana dengan Berbagai Keutamaan Yasin?

Ada banyak hadits yang beredar di masyarakat mengenai fadhilah khusus Surat Yasin.

Misalnya anggapan bahwa Yasin merupakan "jantung Al-Qur'an" atau memiliki pahala tertentu apabila dibaca untuk tujuan tertentu.

Kita perlu berhati-hati dalam hal ini karena tidak semua riwayat yang populer tersebut memiliki derajat shahih.

Karena itu, membaca Yasin tetaplah sangat baik sebagai bagian dari membaca Al-Qur'an, tetapi sebaiknya kita tidak menetapkan fadhilah khusus yang tidak memiliki landasan hadits yang kuat.

Yang tidak kalah penting adalah memahami pesan Surat Yasin tentang tauhid, kematian dan kehidupan setelah kematian.


5. Surat As-Sajdah

Surat As-Sajdah adalah surat ke-32 dan terdiri dari 30 ayat.

Surat ini mengandung banyak pelajaran tentang penciptaan manusia, kebesaran Allah, keimanan, sujud kepada Allah dan kehidupan akhirat.

Keutamaan yang memiliki landasan hadits shahih adalah kebiasaan Rasulullah ﷺ membaca Surat As-Sajdah dalam shalat Subuh pada hari Jumat.

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ membaca:

Alif Lam Mim Tanzil — Surat As-Sajdah

pada rakaat pertama dan Surat Al-Insan pada rakaat kedua dalam shalat Subuh hari Jumat.

Riwayat tersebut terdapat dalam Shahih Al-Bukhari no. 891 dan 1068.

Ini merupakan contoh bahwa keutamaan sebuah surat juga dapat diketahui melalui sunnah Nabi ﷺ dalam mengamalkannya.


6. Surat Ar-Rahman

Surat Ar-Rahman adalah surat ke-55 dan terdiri dari 78 ayat.

Surat ini memiliki gaya penyampaian yang sangat indah. Salah satu ayatnya bahkan diulang berkali-kali:

"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"

Pengulangan ayat tersebut mengajak manusia dan jin untuk menyadari begitu banyak nikmat Allah yang sering kita lupakan.

Nikmat kesehatan, keluarga, makanan, air, udara, ilmu, kesempatan beribadah dan berbagai kenikmatan lainnya merupakan karunia Allah yang seharusnya membuat kita semakin bersyukur.

Jangan Hanya Membaca, Tetapi Belajar Bersyukur

Tidak perlu mencari-cari fadhilah khusus yang tidak memiliki dasar hadits shahih untuk mencintai Surat Ar-Rahman.

Cukup renungkan pesan yang berulang kali disampaikan Allah:

Nikmat Tuhan yang mana lagi yang akan kita dustakan?

Membaca Surat Ar-Rahman seharusnya membuat hati semakin sadar bahwa begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan.


7. Surat Luqman

Surat Luqman adalah surat ke-31 dan terdiri dari 34 ayat.

Surat Luqman memiliki pelajaran yang sangat berharga bagi keluarga, terutama dalam hal pendidikan anak dan pembentukan akhlak.

Di dalam surat ini Allah mengabadikan nasihat Luqman kepada anaknya.

Nasihat pertama yang disampaikan adalah tauhid:

"Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar."

QS. Luqman: 13

Setelah itu, Luqman mengajarkan berbagai perkara penting, seperti:

  • bersyukur kepada Allah,
  • berbakti kepada orang tua,
  • merasa selalu diawasi Allah,
  • mendirikan shalat,
  • mengajak kepada kebaikan,
  • mencegah kemungkaran,
  • bersabar,
  • tidak sombong,
  • tidak berjalan dengan angkuh,
  • dan menjaga suara.

Karena itu, Surat Luqman sangat relevan untuk dipelajari oleh para orang tua.

Bukan hanya dibaca, tetapi dijadikan pedoman dalam mendidik anak.


Jangan Terjebak pada Fadhilah yang Tidak Berdalil

Dari tujuh surat tersebut kita belajar bahwa ada keutamaan tertentu yang memang memiliki landasan hadits yang kuat.

Al-Kahf memiliki hadits shahih tentang sepuluh ayat pertama dan perlindungan dari fitnah Dajjal.

Al-Mulk memiliki hadits hasan tentang syafaat surat yang terdiri dari 30 ayat hingga seseorang mendapatkan ampunan.

As-Sajdah memiliki contoh dari Rasulullah ﷺ yang membacanya pada shalat Subuh hari Jumat.

Sementara untuk surat seperti Al-Waqi'ah, Yasin, Ar-Rahman dan Luqman, kita tetap sangat dianjurkan membacanya karena semuanya merupakan bagian dari Al-Qur'an, tetapi jangan sembarangan mengatasnamakan Rasulullah ﷺ untuk fadhilah khusus yang tidak memiliki dasar yang kuat.

Inilah pentingnya belajar agama berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah yang dapat dipertanggungjawabkan.


Mari Dekat dengan Al-Qur'an

Al-Qur'an bukan sekadar bacaan untuk mendapatkan pahala.

Al-Qur'an adalah petunjuk kehidupan.

Ketika membaca Al-Kahf, mari belajar menghadapi fitnah.

Ketika membaca Al-Mulk, mari mengingat bahwa kehidupan adalah ujian.

Ketika membaca Yasin, mari mengingat kematian dan hari kebangkitan.

Ketika membaca As-Sajdah, mari belajar tunduk kepada Allah.

Ketika membaca Ar-Rahman, mari memperbanyak syukur.

Ketika membaca Luqman, mari belajar mendidik keluarga dengan tauhid dan akhlak.

Dan ketika membaca Al-Waqi'ah, mari mengingat bahwa pada akhirnya setiap manusia akan berdiri di hadapan Allah.

Semoga Allah menjadikan Al-Qur'an sebagai cahaya dalam kehidupan kita, penyejuk hati, petunjuk dalam setiap langkah, dan bekal menuju kehidupan akhirat.

Mari membaca Al-Qur'an, memahami maknanya dan mengamalkannya.

IDM Peduli

IDM Peduli hadir untuk mengajak masyarakat bersama-sama membangun kepedulian melalui pendidikan, kegiatan sosial, pembinaan keagamaan dan berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Semoga setiap langkah kecil dalam mengajak kepada kebaikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Berbagi • Peduli • Memberdayakan



Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)