Pernah nggak kamu merasa sudah dikasih banyak, tapi lupa berterima kasih? Itulah yang terjadi pada Bani Israil, dan Allah ingatkan mereka lewat ayat ini
.يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ
"Wahai Bani Israil, ingatlah nikmat-Ku yang telah Aku berikan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu, dan hanya kepada-Kulah kamu harus takut." (QS. Al-Baqarah: 40)
Ayat ini adalah pintu gerbang kisah Bani Israil terpanjang di Al-Qur'an. Dari ayat 40 sampai ayat 120, Allah menceritakan jatuh bangunnya mereka. Dan semua dimulai dari ayat 40 ini.
1. Kenapa Diseru "Wahai Bani Israil"?
Allah tidak memanggil mereka "Wahai Yahudi", tapi "Wahai anak-anak Israil". Israil adalah gelar Nabi Ya'qub Alaihissalam, yang artinya Abdullah (hamba Allah).
Menurut Tafsir Ath-Thabari, panggilan ini adalah sentilan halus: "Kalian itu keturunan orang sholeh, kekasih Allah. Malu dong kalau kelakuan kalian tidak sholeh."
2. Nikmat Apa yang Harus Diingat?
Dalam Tafsir Jalalain, nikmat itu diringkas menjadi dua: nikmat duniawi dan ukhrawi.
Nikmat duniawi: diselamatkan dari kekejaman Fir'aun, laut Merah dibelah, dan diturunkan manna dan salwa di padang pasir.
Nikmat ukhrawi: diutusnya ribuan nabi dari kalangan mereka sendiri. Tidak ada kaum di dunia yang sebanyak Bani Israil nabinya.Kata Imam Al-Qurthubi, cara Allah mendidik di sini indah sekali: Allah ingatkan nikmat dulu, baru tagih janji. Kalau mau menasehati orang, jangan langsung marah, ingatkan dulu kebaikannya.
3. Janji Apa yang Ditagih Allah?
Ini intinya.
Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan dengan sangat tegas: "Aufoo bi'ahdi" (Penuhilah janji kalian) adalah janji yang sudah Allah ambil di dalam Kitab Taurat untuk beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ.Di dalam Taurat asli, ada tertulis akan datang seorang nabi dari saudara-saudara Bani Israil (keturunan Ismail) bernama Ahmad. Mereka sudah berjanji akan beriman.Tapi ketika Nabi Muhammad benar-benar datang, mereka ingkar. Kenapa? Karena hasad. Mereka maunya nabi terakhir datang dari keturunan Ishaq, bukan Ismail.
4. Janji Allah Jika Mereka Penuhi?
"Uufi bi'ahdikum" - Aku akan penuhi janji-Ku.
Janji Allah menurut Tafsir Ath-Thabari ada tiga: diampuni dosa-dosanya, dimasukkan ke dalam surga, dan tidak akan diazab lagi seperti zaman Fir'aun.
Rumusnya sederhana: Penuhi hak Allah, maka Allah penuhi hak kamu.
5. Pelajaran Buat Kita Penghafal Qur'an
Meski ayat ini untuk Bani Israil, tamparannya kena ke kita juga, terutama penghafal Qur'an.
Kita hari ini adalah "Bani Israil"-nya zaman ini. Kita sudah diberi nikmat terbesar: bisa menghafal Kalamullah.
Maka janjinya sama: Aufoo bi'ahdi - amalkan, jangan sembunyikan ayat, dan beriman sepenuhnya pada isinya.
Jika kita jaga hafalan karena Allah, maka janji Allah "Uufi bi'ahdikum" pasti datang: hidup dimudahkan, kubur diterangi, dan Qur'an akan menjadi pembela kita di hari kiamat.
Dan ayat ditutup dengan indah: "Wa iyyaya farhabun" - Hanya kepada-Ku lah kamu harus takut. Jangan takut kehilangan jabatan, kehilangan pengikut, kehilangan dunia. Takutlah hanya kepada Allah.Wallahu A'lam.
Referensi:
- Tafsir Ath-Thabari - Jami'ul Bayan
- Tafsir Ibnu Katsir
- Tafsir Al-Qurthubi - Al-Jami' li Ahkamil Qur'an
- Tafsir Jalalain
- Tafsir Al-Muyassar Kemenag RI